Pengertian etika latihan dan kepentingannya di masa sekarang,Apakah itu yang disebut etika latihan dan apa pentingnya, sehingga akhir-akhir ini banyak dibicarakan orang? Inilah per¬tanyaan pokok yang hendak dijawab dalam tulisan ini. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya perlu diperoleh kejelasan terlebih dulu tentang apa itu etika dan apa itu latihan serta bagaimana keduanya berkaitan.
Kata "etika" yang secara etimologis berasal dari kata Yunani "ethos", secara harfiah berarti "adat kebiasaan", "watak" atau "perilaku". Sebagai suatu istilah, "Etika" sekurang-kurangnya mengandung dua arti, yakni (1) sebagai ilmu, dan (2) sebagai pedoman baik-buruknya perilaku. Sebagai ilmu, etika berarti suatu disiplin pengetahuan yang merefleksikan masalah-masalah moral atau kesusilaan secara kritis dan sistematis. Etika sebagai ilmu biasanya dimengerti sebagai salah satu cabang ilmu filsafat, dan kadang-kadang disebut Filsafat Moral. Sebenarnya etika sebagai ilmu dapat juga tidak bersifat filosofis, tetapi teologis, dan disebut Teologi Moral. Kalau etika filosofis secara metodis mere¬fleksikan permasalahan moral melulu berdasarkan penalaran akalbudi dan nilai-nilai kemanusiaan pada umumnya, etika teolo¬gis secara metodis bersumber pada pengalaman iman sebagai tanggapan atas wahyu dalam lembaga agama tertentu. Sebagai pedoman baik-buruknya perilaku, etika adalah nilai-nilai, norma¬-norma, dan asas-asas moral yang dipakai sebagai pegangan yang umum diterima bagi penentuan baik-buruknya perilaku manusia atau benar-salahnya tindakan manusia sebagai manusia. Etika dalam arti kedua ini dapat dikatakan merupakan bahan kajian untuk etika dalam arti pertama.
Kata "Latihan" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (hlm. 702) diberi anti "bidang kegiatan yang dilandasi pendidikan keahlian-(keterampilan, kejuruan dsb.) tertentu. Latihan memang erat berkaitan dengan program dan bidang pekerjaan, tetapi tidak semua program dan bidang pekerjaan dapat disebut latihan. Secara tradisional, latihan hanya diperuntukkan bagi realisasi program dan bidang pekerjaan yang diperlukan di lingkungan Gerakan Pramuka.
Dalam rumusan pengertian yang diberikan di KBBI di atas hanya program dan bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu dapat disebut latihan. Pelatihan ini meliputi macam-macam segi seperti misalnya: (1) penguasaan teori siste¬matis yang mendasari praktek tertentu; (2) penguasaan metode atau teknik intelektual yang merupakan semacam jembatan antara teori dan penerapannya dalam praktek; (3) pemilikan kemam¬puan untuk menerapkan dalam praktek teknik intelektual terse¬but pada urusan praktis; (4) pemilikan kemampuan untuk menye¬lesaikan program latihan (dalam pramuka banyak ragam latihan) dan memperoleh sertifikat atau tanda lulus untuknya; (5) pemilikan pengalaman yang mencukupi di lapangan, dsb.
Suatu latihan biasanya juga berkaitan dengan bidang peker¬jaan yang dipegang oleh orang-orang yang bergabung bersama dalam apa yang disebut organisasi atau himpunan tertentu, dalam konteks ini Gerakan Pramuka, yakni kumpulan orang-orang yang mempunyai bidang keahlian yang berbeda dan profesi yang sama. Kumpulan tersebut dibentuk dengan tujuan pokok: (1) untuk menjamin dan melindungi kepentingan anggota dalam hubungan satu sama lain, dan dengan masyara¬kat luas pada umumnya; (2) untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan dalam bidang keahlian yang berbeda dan profesi yang sama; (3) untuk men¬jaga dan menjamin mutu layanan dengan menetapkan standar profesional yang akan meningkatkan cara melaksanakan tugas gerakan pramuka tersebut. Dalam kaitan dengan tujuan ketiga ini maka latihan yang diadakan oleh program gerakan pramuka akan diakui kompetensinya oleh organisasi pada bidang yang bersangkutan.
Setiap latihan biasanya telah dirumuskan semacam kode etik, yakni himpunan norma-norma yang disepakati dan ditetapkan oleh dan untuk para pengemban tugas pelatihan tertentu. Kode etik sebenarnya merupakan suatu rincian lebih lanjut dari norma-norma yang lebih umum yang dirumuskan dan dibahas dalam etika latihan. Kode etik merinci lebih lanjut, dan dengan demikian memperjelas serta mempertegas norma-norma tersebut, dengan memilih dari pelbagai kemungkinan penataan norma-norma yang paling dibutuhkan dalam praktik pelaksanaan kegiatan pelatihan yang bersangkutan.
Etika latihan secara singkat dapat dirumuskan sebagai cabang dari ilmu etika yang secara kritis dan sistematis merefleksikan permasalahan moral yang melekat pada suatu aktivitas latihan.
Etika latihan juga dapat dimengerti sebagai nilai-nilai dan asas-¬asas moral yang melekat pada pelaksanaan fungsi latihan tertentu dan wajib diperhatikan oleh pembina dan pelaksana latihan tersebut. Dengan demikian kedua pengertian etika yang sudah dikemukakan di atas dapat diterapkan pada pengertian etika latihan. Etika latihan tidak melakukan refleksi tentang kewajiban umum peserta terhadap peserta lain dengan pembina pada umumnya, tetapi menyalurkan bebera¬pa segi dari kewajiban tersebut dalam hubungan dengan tun¬tutan-tuntutan pelatihan untuk melaksanakan suatu jenis pelatihan tertentu.
Tampilkan postingan dengan label Q3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Q3. Tampilkan semua postingan
Selasa, 08 Juni 2010
DIALOG INTERAKTIF/SIARAN DI RRI BANDUNG
DIALOG INTERAKTIF/SIARAN DI RRI BANDUNG
Sejak tahun 2008, Kwarda Jabar bekerjasama dengan RRI Bandung yang menyiarkan sampai ke luar Jawa, RRI Bandung yang memiliki segmen acara jam 09.00-10.00 WIB. Program (Taman Pramuka / Tunas Pramuka), memberikan opini publik, bagaimana semua program-program Pramuka Kwarda Jabar, Kwarcab, Kwarran hingga Gudep dan juga seluruh aktifis simpatisan dan eksponen/angkatan dari Gerakan Pramuka, telah mendistribusi besar melalui RRI Bandung.
Respon dari para pendengar luar biasa, banyak yang memberi apresiasi positif, kritis dan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menggugah, serta komentar-komentar tentang bagaimana seharusnya Gerakan Pramuka itu saat ini dibina dan dikembangkan agar supaya memiliki dinamika kebangkitan baru.
RRI Bandung juga memberikan tempat yang sangat terhormat bagi jadwal Gerakan Pramuka, tidak hanya di hari Kamis sebagai Program rutin RRI Bandung, tetapi juga kami diberi kesempatan untuk mengudara di hari Minggu jam 05.00-06.00 WIB dalam acara Sambung Rasa.
Acara Sambung Rasa merupakan bagian dari program RRI Pusat yang direspon oleh RRI Bandung dan RRI Bandung memberikan kesempatan kepada Gerakan Pramuka/Kwarda Jabar, ternyata pilihan program-program ini sangat tepat, berkenaan dengan bagaimana upaya Gerakan Pramuka memberi kontribusi yang lebih luas pada masyarakat tingkat Nasional.
Informasi dari seluruh program baik di tingkat Pusat maupun di tingkat Regional Jawa Barat, mendapat porsi yang sangat luar biasa melalui RRI bandung disiarkan ke seluruh Nusantara, bahkan beberapa Provinsi di luar Jawa, mereka mengapresiasi dengan semangat, memberi motivasi yang sangat tinggi sehingga pada ujung-ujungnya menghendaki bahwa pada tingkat pusat hingga pada tingkat Regional masing-masing Kwarda memiliki radionya sendiri, sehingga Gerakan Pramuka di masa depan lebih jaya dan lebih menggema di udara.
Sejak tahun 2008, Kwarda Jabar bekerjasama dengan RRI Bandung yang menyiarkan sampai ke luar Jawa, RRI Bandung yang memiliki segmen acara jam 09.00-10.00 WIB. Program (Taman Pramuka / Tunas Pramuka), memberikan opini publik, bagaimana semua program-program Pramuka Kwarda Jabar, Kwarcab, Kwarran hingga Gudep dan juga seluruh aktifis simpatisan dan eksponen/angkatan dari Gerakan Pramuka, telah mendistribusi besar melalui RRI Bandung.
Respon dari para pendengar luar biasa, banyak yang memberi apresiasi positif, kritis dan pertanyaan-pertanyaan yang sangat menggugah, serta komentar-komentar tentang bagaimana seharusnya Gerakan Pramuka itu saat ini dibina dan dikembangkan agar supaya memiliki dinamika kebangkitan baru.
RRI Bandung juga memberikan tempat yang sangat terhormat bagi jadwal Gerakan Pramuka, tidak hanya di hari Kamis sebagai Program rutin RRI Bandung, tetapi juga kami diberi kesempatan untuk mengudara di hari Minggu jam 05.00-06.00 WIB dalam acara Sambung Rasa.
Acara Sambung Rasa merupakan bagian dari program RRI Pusat yang direspon oleh RRI Bandung dan RRI Bandung memberikan kesempatan kepada Gerakan Pramuka/Kwarda Jabar, ternyata pilihan program-program ini sangat tepat, berkenaan dengan bagaimana upaya Gerakan Pramuka memberi kontribusi yang lebih luas pada masyarakat tingkat Nasional.
Informasi dari seluruh program baik di tingkat Pusat maupun di tingkat Regional Jawa Barat, mendapat porsi yang sangat luar biasa melalui RRI bandung disiarkan ke seluruh Nusantara, bahkan beberapa Provinsi di luar Jawa, mereka mengapresiasi dengan semangat, memberi motivasi yang sangat tinggi sehingga pada ujung-ujungnya menghendaki bahwa pada tingkat pusat hingga pada tingkat Regional masing-masing Kwarda memiliki radionya sendiri, sehingga Gerakan Pramuka di masa depan lebih jaya dan lebih menggema di udara.
PRAMUKA PEDULI
Dalam Konteks Aktifitas Pramuka Peduli diantara program-program nyata yang telah direalisasikan dan mendapat respon dari masyarakat, pertama adalah Gerakan Peduli terhadap bencana, bencana alam yang tidak diduga/direncanakan dan telah menjadikan sebagian masyarakat yang terkena bencana, terisolir dari hubungan komunikasi antar desa, antar pasar dan berbagai kehidupan yang tampak sudah terputus, Pramuka Peduli memberi respon terhadap upaya-upaya untuk memberi pelayanan secara oftimal dan sangat diharapkan oleh masyarakat.
Pramuka Peduli berkaitan dengan musibah bencana sangat terasakan oleh masyarakat dimana mereka mengungsi, berfakoasi (berpindah, karena banjir, longsor atau menghindari musibah atau juga mereka menunggu bantuan-bantuan pelayanan social lainnya, tidak hanya berupa makanan, tidak hanya berupa untuk kesehatan, tapi juga Gerakan Peduli dari Pramuka memberi kontribusi kepada penanganan anak-anak yang seharusnya sekolah, mereka diberi pelajaran tambahan, diberi kegiatan-kegiatan keterampilan, diberi aktifitas-aktifitas yang sangat menambah pengetahuan keterampilan dan sikap siswa karena mereka terkena bencana.
Pramuka Peduli yang berkaitan dengan banjir telah dilakukan usaha bersama kerjasama dengan Indonesian Out bond Rescue (IOR) ICMI Jawa Barat dalam menangani para pengungsi yang terkena bahaya gempa, bahaya banjir, juga bahaya longsor. Pramuka Peduli bekerjasama dengan IOR dan ICMI, mengumpulkan sejumlah bahan-bahan baku atau juga pakaian layak pakai, mukena, selimut dan lain-lain yang diperlukan oleh para pengungsi yang dilingkungan mereka yang terkena bahaya gempa, banjir dan longsor.
Bagaimanapun juga, Gerakan Pramuka Peduli terhadap layanan Masyarakat yang terkena musibah gempa, banjir, longsor dan yang terkena berbagai kesulitan-kesulitan, Pramuka Peduli Jawa Barat memberi respon langsung dan melakukan upaya-upaya kerjasama yang sangat efektif dan efisien serta dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pramuka Peduli berkaitan dengan musibah bencana sangat terasakan oleh masyarakat dimana mereka mengungsi, berfakoasi (berpindah, karena banjir, longsor atau menghindari musibah atau juga mereka menunggu bantuan-bantuan pelayanan social lainnya, tidak hanya berupa makanan, tidak hanya berupa untuk kesehatan, tapi juga Gerakan Peduli dari Pramuka memberi kontribusi kepada penanganan anak-anak yang seharusnya sekolah, mereka diberi pelajaran tambahan, diberi kegiatan-kegiatan keterampilan, diberi aktifitas-aktifitas yang sangat menambah pengetahuan keterampilan dan sikap siswa karena mereka terkena bencana.
Pramuka Peduli yang berkaitan dengan banjir telah dilakukan usaha bersama kerjasama dengan Indonesian Out bond Rescue (IOR) ICMI Jawa Barat dalam menangani para pengungsi yang terkena bahaya gempa, bahaya banjir, juga bahaya longsor. Pramuka Peduli bekerjasama dengan IOR dan ICMI, mengumpulkan sejumlah bahan-bahan baku atau juga pakaian layak pakai, mukena, selimut dan lain-lain yang diperlukan oleh para pengungsi yang dilingkungan mereka yang terkena bahaya gempa, banjir dan longsor.
Bagaimanapun juga, Gerakan Pramuka Peduli terhadap layanan Masyarakat yang terkena musibah gempa, banjir, longsor dan yang terkena berbagai kesulitan-kesulitan, Pramuka Peduli Jawa Barat memberi respon langsung dan melakukan upaya-upaya kerjasama yang sangat efektif dan efisien serta dapat dirasakan oleh masyarakat.
PENGABDIAN MASYARAKAN
Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Barat merupakan Garda Depan yang memberi cerobong asap kebangkitan dan semangat untuk selalu mengobarkan Panji-Panji Pramuka di berbagai Golongan Pramuka Siaga, Penggalang Penegak , Pandega dan Pembina serta Pelatih Pembina.
Abdimas, telah memberikan kontribusi melalui berbagai pendidikan, pelatihan, baik penanaman modal pengetahuan, maupun keterampilan di bidang sektor-sektor rill, baik itu keagamaan, ekonomi, politik, budaya, seni, dan social.
Pengabdian Kemasyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Barat tidak terbatas hanya kepada Tanggap darurat, bencana alam maupun longsor serta memberi pelayanan bantuan di lingkungan masyarakat-masyarakat yang terkena bencana atau juga wabah penyakit tertentu, namun lebih istimewa lagi, bahwa Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Barat meliputi berbagai unsure kegiatan yang sangat berbobot dan memberi warna di dalam setiap momen-momen Kemasyarakatan.
Ciri-ciri Gerakan Pramuka melalui Pengabdian Kepada Masyarakat, dibentangkan melalui berbagai jenis kegiatan yang sangat sentral, sektoral, spacial (lingkaran pendek), maupun bercirikan kerjasama-kerjasama yang bermutu baik peningkatan intelektual, spiritual, mental, sosial dan juga kebersamaan.
Nilai-nilai Gerakan Pramuka sangat diimplementasikan di dalam keutuhan cita-cita luhur dari Gerakan Pramuka itu sendiri.
Abdimas mengikatkan diri kepada Pengabdian Kemasyarakatan dalam mengukuhkan kebersamaan, memantapkan pilihan-pilihan cerdas di dalam meningkatkan pelayanan sosial dalam rangka menuju kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, maupun peningkatan tarap hidup masyarakat yang berada di wilayah provinsi Jawa Barat.
Sifat dari kegiatan pengabdian masyarakat, Gerakan Pramuka Kwarda Jabar bersifat pelayanan publik dan memberi kontribusi langsung kepada sasaran dan tepat sasaran, sehingga fungsi pengabdian masyarakat Kwarda Jabar sangat dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat dan mendapat sambutan yang sangat meriah dan sambutan yang sangat antusias dari seluruh masyarakat maupun jajaran, pimpinan, daerah dari tingkat Perkampungan, Pedusunan, Perdesaan, Kecamatan, Kabupaten maupun Kota dan juga beberapa kegiatan kerjasama Abdimas dengan unsur-unsur Provinsi yang sangat memberi cirri, sifat, keterbukaan dan responsip terhadap setiap kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
Abdimas, telah memberikan kontribusi melalui berbagai pendidikan, pelatihan, baik penanaman modal pengetahuan, maupun keterampilan di bidang sektor-sektor rill, baik itu keagamaan, ekonomi, politik, budaya, seni, dan social.
Pengabdian Kemasyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Barat tidak terbatas hanya kepada Tanggap darurat, bencana alam maupun longsor serta memberi pelayanan bantuan di lingkungan masyarakat-masyarakat yang terkena bencana atau juga wabah penyakit tertentu, namun lebih istimewa lagi, bahwa Pengabdian kepada Masyarakat di lingkungan Kwarda Jawa Barat meliputi berbagai unsure kegiatan yang sangat berbobot dan memberi warna di dalam setiap momen-momen Kemasyarakatan.
Ciri-ciri Gerakan Pramuka melalui Pengabdian Kepada Masyarakat, dibentangkan melalui berbagai jenis kegiatan yang sangat sentral, sektoral, spacial (lingkaran pendek), maupun bercirikan kerjasama-kerjasama yang bermutu baik peningkatan intelektual, spiritual, mental, sosial dan juga kebersamaan.
Nilai-nilai Gerakan Pramuka sangat diimplementasikan di dalam keutuhan cita-cita luhur dari Gerakan Pramuka itu sendiri.
Abdimas mengikatkan diri kepada Pengabdian Kemasyarakatan dalam mengukuhkan kebersamaan, memantapkan pilihan-pilihan cerdas di dalam meningkatkan pelayanan sosial dalam rangka menuju kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, maupun peningkatan tarap hidup masyarakat yang berada di wilayah provinsi Jawa Barat.
Sifat dari kegiatan pengabdian masyarakat, Gerakan Pramuka Kwarda Jabar bersifat pelayanan publik dan memberi kontribusi langsung kepada sasaran dan tepat sasaran, sehingga fungsi pengabdian masyarakat Kwarda Jabar sangat dirasakan oleh berbagai elemen masyarakat dan mendapat sambutan yang sangat meriah dan sambutan yang sangat antusias dari seluruh masyarakat maupun jajaran, pimpinan, daerah dari tingkat Perkampungan, Pedusunan, Perdesaan, Kecamatan, Kabupaten maupun Kota dan juga beberapa kegiatan kerjasama Abdimas dengan unsur-unsur Provinsi yang sangat memberi cirri, sifat, keterbukaan dan responsip terhadap setiap kebutuhan masyarakat Jawa Barat.
MEMPERKUAT INTEGRITAS PRAMUKA JAWA BARAT
Dalam konstali percaturan Gerakan Pramuka jawa barat di era Gubernur Ahmad Heryawan memiliki ciri khas tersendiri di dalam meningkatkan mutu aktifitas dan pemberdayaan peran-peran fungsional sumber daya manusia yang tersedia,
Dalam meningkatkan upaya oftimalisasi dan realisasi program yang sudah dicanangkan dan dianggarkan, dapat dilaksanakan secara lebih gegap gepita/ bersemangat riang gembira dengan aneka peserta baik diikuti oleh berbagai tingkatan Siaga, Penggalang, Penengak, Pandega, Pembina dan Pelatih Pembina.
Dalam pernyataannya Ahmad Heryawan sebagai Ketua MABIDA menyatakan bahwa Gerakan Pramuka bermakna untuk mengisi seluruh sektor-sektor pembangunan di Jawa Barat, peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka tidak terbatas hanya kepada atifitas sosial dan pendidikan, namun juga sudah merambah kepada peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan menegakkan nilai-nilai demokratisasi serta mengupayakan kesejahteraan masyarakat yang bahagia.
Semua itu bisa terwujud lebih oftimal apabila seluruh elemen gerakan pramuka bersinergi dengan kegiatan-kegiatan masyarakat, baik tingkat kepemudaan maupun tingkat organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang ada, termasuk partai-partai politik yang mendukung kepada keberhasilan pembangunan melalui Gerakan Pramuka.
Dalam percaturan nasional Gerakan Pramuka juga sudah dipayungi oleh sebuah cita-cita yang terangkum dan terumuskan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka, yang sebentar lagi disahkan dan akan menjadi payung hokum dalam memperoleh keleluasaan berwawasan dan aktifitas yang bersinergi dengan pembangunan Nasional .
Tidak mudah mewujudkan suatu komitmen yang terintegrasi dan bersinegis di dalam kerja kinerja sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka, kecuali memang dengan cita-cita yang luhur dengan merelaisasikan Dasa Darma dan Trisatya, namun juga semua itu dilakukan oleh seluruh aktifis Gerakan Pramuka karena dalam rangka ibadah kepada Allah SWT dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa serta amal sholeh, amal sosial yang terus hendaknya diwujudkan oleh setiap insane Gerakan Pramuka pada berbagai tingkatan.
Dalam meningkatkan upaya oftimalisasi dan realisasi program yang sudah dicanangkan dan dianggarkan, dapat dilaksanakan secara lebih gegap gepita/ bersemangat riang gembira dengan aneka peserta baik diikuti oleh berbagai tingkatan Siaga, Penggalang, Penengak, Pandega, Pembina dan Pelatih Pembina.
Dalam pernyataannya Ahmad Heryawan sebagai Ketua MABIDA menyatakan bahwa Gerakan Pramuka bermakna untuk mengisi seluruh sektor-sektor pembangunan di Jawa Barat, peningkatan mutu sumber daya manusia di lingkungan Gerakan Pramuka tidak terbatas hanya kepada atifitas sosial dan pendidikan, namun juga sudah merambah kepada peningkatan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, memperjuangkan hak-hak asasi manusia dan menegakkan nilai-nilai demokratisasi serta mengupayakan kesejahteraan masyarakat yang bahagia.
Semua itu bisa terwujud lebih oftimal apabila seluruh elemen gerakan pramuka bersinergi dengan kegiatan-kegiatan masyarakat, baik tingkat kepemudaan maupun tingkat organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan yang ada, termasuk partai-partai politik yang mendukung kepada keberhasilan pembangunan melalui Gerakan Pramuka.
Dalam percaturan nasional Gerakan Pramuka juga sudah dipayungi oleh sebuah cita-cita yang terangkum dan terumuskan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Gerakan Pramuka, yang sebentar lagi disahkan dan akan menjadi payung hokum dalam memperoleh keleluasaan berwawasan dan aktifitas yang bersinergi dengan pembangunan Nasional .
Tidak mudah mewujudkan suatu komitmen yang terintegrasi dan bersinegis di dalam kerja kinerja sosial kemasyarakatan yang dilakukan oleh Gerakan Pramuka, kecuali memang dengan cita-cita yang luhur dengan merelaisasikan Dasa Darma dan Trisatya, namun juga semua itu dilakukan oleh seluruh aktifis Gerakan Pramuka karena dalam rangka ibadah kepada Allah SWT dalam meningkatkan kualitas iman dan takwa serta amal sholeh, amal sosial yang terus hendaknya diwujudkan oleh setiap insane Gerakan Pramuka pada berbagai tingkatan.
Langganan:
Postingan (Atom)