Laman

Selasa, 08 Juni 2010

GREEN AND CLEAN BANDUNG DI TAMAN PRAMUKA

GREEN AND CLEAN SELARAS DENGAN PROGRAM PRAMUKA

Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bandung, Edi Siswadi menyatakan, “ Pada dasarnya kegiatan Green and Clean yang telah menjadi program tetap Pemerintah Kota Bandung bersama mitra terkait sangat selaras dengan program Gerakan Pramuka kota Bandung yang mana, setiap Pramuka telah ditanamkan melalui pendidikan dan pembinaan bagaimana mencintai lingkungan hidup terutama di lingkungan masing-masing. Oleh sebab itu, baik di tiap lingkungan kecamatan, sekolah-sekolah maupun di Gugusdepan harus dapat pula diterapkan bukan saja memelihara tapi harus pula menanam pohon,” ujar Kak Edi yang juga selaku Sekda Kota Bandung usai menghadiri Konfrensi Pers Lounching “Bandung Green and Clean (BGC) 2010” yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bandung, PT.Unilever Indonesia Tbk, Lembaga Penerapan Teknologi Tepat (LPTT), HU.Pikiran Rakyat, dan Rase FM di Aula Taman Pramuka, Jl. RE. Martadinata No. 157 Bandung, Kamis (3/6).

Kegiatan Bandung Green and Clean yang sebelumnya digelar pada tahun 2009 dengan mengikut sertakan 100 orang fasilitator RW se Kota Bandung, untuk tahun 2010 ini jumlah pesertanya bertambah menjadi 200 orang dari 151 kelurahan di 30 kecamatan se Kota Bandung,” Program BGC merupakan program pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat, dengan fokus pengelolaan sampah rumah tangga. Dalam perakteknya setiap RW diwakili oleh satu orang fasilitator lingkungan, mereka diberi pelatihan mengenai kepemimpinan dan pengetahuan mengenai lingkungan, dengan tujuan mampu meneruskan pengetahuan yang mereka miliki untuk menginspirasi rekan sesama warga,” ujar Manager Yayasan Unilever Indonesia, Silvi Tirawaty yang turut mendampingi Walikota Bandung, Dirut PT Pikiran Rakyat, Ketua DPRD Kota Bandung, dan Dirut Rase FM.

Selain itu, Walikota Bandung Dada Rosada menyatakan bahwa saat ini yang diperlukan adalah kesadaran dan peran serta seluruh warga masyarakat dalam mengelola lingkungan terutama sampah,” Dalam pelaksanaannya pada tahun 2009, kegiatan ini dinilai sukses. Oleh sebab itu, jadikan kegiatan ini sebagai kebutuhan dan kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan masing-masing,” ujar Dada yang juga menghimbau kepada setiap pengusaha untuk tidak menggunakan lagi plastik sebagai pembungkus tapi gunakan kertas yang mudah di daur ulang.

Sebelumnya, hadir dalam acara pembukaan di lapangan Taman Pramuka diantaranya; Wakil Walikota Bandung, kepala BPLH Kota Bandung, unsur SKPD dan Muspida Kota Bandung, dan sejumlah undangan lainnya,” Kami sangat mendukung kegiatan Bandung Green and Clean 2010 ini, dan untuk kedepannya DPRD Kota Bandung akan membuat Perda mengenai Bandung bersih dan hijau,” ujar Ketua DPRD Kota Bandung Ernawan yang menginginkan pula agar di kawasan Palaguna alun-alun Bandung nantinya
dapat dijadikan sebagai hutan kota.

Selanjutnya, Dirut PT. Pikiran Rakyat, Syafik Umar pada kesempatan yang sama menginginkan adanya peran serta dari media massa sebagai lini terdepan informasi untuk lebih memberikan informasi seluas-luasnya mengenai kepedulian lingkungan hidup kepada seluruh masyarakat khususnya di Jawa Barat.

Pada akhir acara pembukaan, diadakan pula pelepasan sejumlah burung secara simbolis oleh Walikota Bandung yang didampingi para anggota Pramuka Kota Bandung, penandatangan komitmen bersama kegiatan Green and Clean antara Pemkot Bandung dan 30 Camat se-Kota Bandung serta penanaman pohon di sekitar lapangan Taman Pramuka.

Catatan:
Benny & Roni
www.kota.pramuka.com

MENGHIDUPKAN SPIRIT PRAMUKA DALAM KEGIATAN IBADAH SHALAT GERHANA MATAHARI

MENGHIDUPKAN SPIRIT PRAMUKA DALAM KEGIATAN IBADAH SHALAT GERHANA MATAHARI
LOKASI: DI TAMAN PRAMUKA KOTA BANDUNG


“Masyarakat Kota Bandung memberi respon yang sangat tinggi dan positif yang dipelopori oleh kegiatan Gerakan Pramuka di Taman Pramuka Kota Bandung”.

“Masyarakat Kota Bandung berbondong-bondong mengikuti shalat gerhana matahari yang diadakan oleh Gerakan Pramuka Kota Bandung”.

Tidak hanya kegiatan yang bersifat formal, terpogram dan incidental, tp pramuka member substansi pada aktivitas keagamaan. Seluruh kegiatan-kegiatan yang bersifat rohania merupakan inti dari peningkatan spiritual anggota gerakan pramuka.

Beban kerja yg selama ini menekankan kepada aspek keterampilan dan keprilakuan, tapi juga diberi muatan-muatan religi untuk meningkatkan mutu spiritual dari seluruh anggota Gerakan Pramuka, shalat gerhana itu hanya merupakan bagian dari anjuran ajaran agama, namun dari kebersamaan kejama’ahan sementara kegiatan yang berjalan di taman pramuka.

Sepak terjang dalam kehidupan tidak lepas dari ritual keagamaan, Gerhana Matahari atau Gerhana bulan itu juga merupakan peristiwa alamiah, namun juga dalam kontritual Rasulullah telah mengajarkan bagaimana kita menyikapi terhadap nilai-nilai peristiwa-peristiwa dunia yang tak terjangkau oleh kekuatan akal manusia dan juga dimensi fisik manusia.

Gerakan pramuka mempelopori di dalam kegiatan Shalat Gerhana ba’da jum’at di taman Pramuka merupakan fenomena yang sangat menarik bagi masyarakat kota bandung karena selama ini gerakan ritual seperti shalat Gerhana dan Idul fitri, idul adha dll, tidak hanya monopoli dari para ormas, masjid dll. Tapi juga gerakan pramuka mempelopori
bagaimana meningkatkan mutu beragama.

Menurut Nastradamus, Ramalan Kaliberdunia dan ramalan Joyo Boyo, bahwa Sejak zaman manusia bisa melihat perubahan matahari dan bulan, mereka menganggap matahari & bulan itu di zaman mitos adalah kekeuatan-kekuatan para dewata, maka karena dipandang bulan dan matahari itu menerangi dunia, kemudian dilakukan ritual persembahan dan kebaktian, kemudian di zaman manusia sudah bisa menaklukan hutan, menaklukkan laut, menaklukkan daratan, menaklukkan binatang, maka manusia juga merasa punya identitas dan punya kekuatan, kemudian berubah cara pandang terhadap
matahari dan bulan serta bintang, tidak disembah lagi tapi mencari siapa pencipta bulan, langit dan bintang itu?.

Manusia berkembang, maju, dan memiliki cara berpikir, yang sudah relative lebih ke dalam, kalau begitu, bulan matahari dan bintang hanya petunjuk bagaimana kehidupan di muka bumi ini, kalau matahari dapat memberi sinar pagi, siang dan sore, bulan bisa memberi sinar di malam hari, dan bintang bisa menunjukkan arah perjalanan, bagaimana
kelompok nusia, kapilah arah di malam hari, sehingga dapat melakukan perjalanan yang jauh, disitu bulan, bintang dan matahari bermanfaat, bagi kehidupan dan menghidupi seluruh manusia di muka bumi, ditemukanlah para pemikir, jelas bulan, matahari dan bintang bukan Tuhan, maka ada penciptanya yang disebut Tuhan, nah kejadian gerhana,
baik bulan dan matahari itu adalah rotasi dari pada perputaran diantara bumi, bulan dan matahari terjadilah gerhana.

Pada zaman primitive manusia memandang apabila ada gerhana matahari itu dewa murka, maka sebagian batarakala adalah sudah memakan sedikit-demi sedikit itu matahari, sehingga habislah ditelan itu matahari, karena saking panasnya meletuslah perut dari batarakala, sehingga matahari muncul kembali dalam waktu yang cepat, karena saking tidak tahannya menahan panas matahari yang ada dalam perutnya.

Tapi kemudian teknologi hari ini batarakala itu sudah digantikan oleh teropong atau mikorskop yang besar, teropong bintang bisa melihat bintang, kemudian bosca menyediakan peralatan bagaimana matahari dan bulan bisa dilihat lebih dekat, dan sudah diketahui, apa pengaruh daripada gerhana matahari dan bulan.

Maka bagi orang-orang beragama, gerhana matahari dan bulan adalah peringatan dari pada Tuhan, ada perubahan-perubahan alam semesta yang sangat signifikan dengan gerhana itu: satu, dari gerhana matahari akan berdampak kepada perubahan iklim, yang kedua akan terjadi perubahan kecepatan arah angin, yang ketiga akan terjadi pemuaian air laut dan bisa saja mungkin ada pasang yang lebih tinggi dan ombak yang lebih
besar, kemudian berpengaruh pula kepada perkembangan tumbuh-tumbuhan, disamping itu bagaimana hewan-hewan juga akan mengalami dampak dari Gerhana matahari, karena tumbuh-tumbuhan itu dengan gerhana ini matahari ada yang cepat tumbuh dan ada yang lambat tumbuh, dan itu berpengaruh kepada sikap pengaruh binatang yang memanfaatkan tumbuh-tumbuhan itu, disitulah siklus skalor system, system matahari
yang telah diketahui oleh para astronomi betapa besarnya dampak dari gerhana matahari ini, untuk itu umat islam disunnahkan untuk shalat gerhana dan kemudian berdo’a, agar supaya bumi yang bulat ini yang bundar ini tetap terpelihara, terjaga, dari musibah-musibah yang tidak diharapkan dari dampak gerhana matahari itu, dan smoga Allah
senantiasa melindungi umat beragama di bumi ini yang masih betah tinggal di bumi ini, tidak ingin segera muka bumi ini menjadi rata yang disebut kiamat disitu.

Jadi film 2012 merupakan fiksi dari imajinasi seorang sutradara dan scenario bagaimana membangkitkan umat beragama untuk menyadari apapun yang terjadi seperti gerhana matahari dan bulan ini, harus kita patut renungkan untuk kemaslahatan hidup kita ini.

Catatan:
Dikirim Ke Harian Umum Pikiran Rakyat Tanggal 16 Januari 2010, Tetapi tidak dimuat.

MENGOBARKAN SEMANGAT GERAKAN PRAMUKA

Kartini yang historis telah lama di kenang orang, tak satu pun anak-anak Sekolah Dasar (SD), anak-anak Sekolah Menengah Tingkat Pertama (SMP) dan anak-anak Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMA) melupakannya nama Kartini, karena Kartini dipandang sebagai pahlawan wanita pada zaman belanda.

Karakter kartini sebagai pendobrak kebekuan dalam berpikir perempuan, pendobrak dari tradisi yang sangat mengungkung kehidupan wanita, ditinjau kembali kehidupan yang sesungguhnya, apa sebenarnya fungsi, tugas dan peran wanita dalam kehidupan sehari-hari, dalam kehidupan pergaulan, dalam kehidupan keilmuan, dalam kehidupan pendidikan, dalam kehidupan adat istiadat, dan dalam kehidupan pergaulan yang lebih luas lagi ?.

Dunia perempuan adalah katak dalam tempurung, dunia perempuan ibarat burung dalam sangkar, perempuan tak diposisikan dan perempuan tak berperan, kehidupan yang sungguh memilukan, pada zaman-zaman dimana kaum perempuan tertindas, ditindas dan tak berdaya.

Peran perempuan tidak bisa dibandingkan dengan peran hari ini, zaman kartini adalah kehidupan yang menggetarkan rasa tanpa kemanusiaan yang berkeadilan.

Hari ini telah lahir generasi kartini yang sudah berperan di puncak-puncak pergaulan politik, melakukan aktifitas ekonomi, menindak lanjuti cita-cita pendidikan luhur dan dapat melakukan kegiatan sosial, agama dan budaya sehingga perempuan dapat mensejajarkan dirinya dengan kaum laki-laki yang selama ini dipandang dikotomis, dipandang berbeda, baik tugas, peran dan fungsinya dalam kehidupan Individu kehidupan sosial.

Kartini hari ini sudah sangat jauh berbeda dengan kartini dimana sejarah telah terjungkir balikkan, sejarah telah berubah, sejarah telah berbeda dari zaman di mana kartini hidup dengan dinamika hari ini ke depan.

Sumbangsih perempuan dalam segala bidang kehidupan sudah bisa ditakar dengan berbagai ketakjuban, kehebatan, keunggulan, dan keanggunan dari tugas-tugas perempuan yang sesungguhnya baik menurut norma agama maupun norma sosial dan juga dalam pandangan tata pergaulan dunia internasional.

Perempuan telah melahirkan generasi-generasi yang sangat diperhitungkan diberbagai negara, mereka lahir dari generasi pasca kemerdekaan dan menikmati hasil-hasil dari kiprah mereka dalam berbagai sektor pembangunan.

Dalam kontek gerakan-gerakan organisasi, perempuan juga memegang peranan yang sangat penting dan strategis, Gerakan Pramuka salah satu dari aktifitas yang mengutamakan untuk menanamkan jiwa gotong royong, jiwa tolong menolong, jiwa patriotik, sebagian besar adalah peran perempuan yang telah menghantarkan Gerakan Pramuka ke tingkat yang lebih luas dalam tata pergaulan kehidupan, bukan hanya sebatas peran individual, tapi juga sudah merupakan bagian persenyawaan yang sangat inhern dengan seluruh kegiatan politik, ekonomi dan sosial, budaya, seni, bahkan Agama, dimana posisi peran perempuan dalam Gerakan Pramuka, memiliki arti penting dan sangat substantive di dalam memerankan baik pengembangan-pengembangan diri, kepribadian, social maupun untuk meningkatkan keunggulan-keunggulan dalam bentuk dan jenis kahidupan nyata.

Tentunya, bukan hanya hal-hal yang positif saja, ada penyakit-penyakit masyarakat yang juga itu bersumber dari ketidakberdayaan perempuan sampai hari ini ke depan, perempuan merupakan bagian dari keresahan masyarakat, kegelisahan masyarakat, keresahan sosial dan juga berbagai krisis mental, spiritual yang logikanya bersumber dari kaum perempuan, banyak diantaranya kaum perempuan yang belum memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ini berakibat kepada regenerasi yang sangat lamban dan tidak melahirkan generasi yang unggulan.

Dalam asfek ekonomi, perempuan masih menjadi bagian dari peran buruh, bukan sebagai peran majikan, perempuan masih menjadi tenaga yang rendah upahnya, belum bisa memberikan upah yang layak dalam dinamika ekonomi yang lebih makro, perempuan masih sangat tidak memiliki kekuatan yang sangat strategis dalam menguasai sektor politik dan juga sangat kurang minat kaum perempuan untuk juga tampil di panggung politik pada skala Regional, Local maupun Nasional, kalau pun ada, seolah-olah perempuan itu sebagai tumbal, hanya untuk memenuhi kuota yang telah ditentukan, dicita-citakan, diidam-idamkan dalam kalkulasi-kalkulasi politik praktis yang pragmentaris dan tidak professional di dalam memerankan jatidiri wanita dalam panggung politik dikancah nasional Republik ini.

Banyak perempuan yang tampil hanya untuk ego sektoral untuk meningkatkan peran yang sangat pragmatis yang sangat hedonistic tidak memberi citra bahwa kekuatan perempuan yang dahsyat di bidang intelektual, sosial dan spiritual mencerminkan seorang jatidiri kartini masa depan.

Parempuan masih banyak di eksploitasi hanya untuk kebutuhan pragmatis tadi, untuk memenuhi hasrat kafitalistik untuk membuat dunia ini gemerlapan tapi semu, kosong tanpa isi.

Solusinya, era Kartini masa lalu memperjuangkan harkat martabat drajat kaum wanita pada posisi yang sejajar dan malah lebih tinggi bukan hanya dengan kaum penjajah tapi dengan bangsa-bangsa lain yang sudah memiliki kemajuan-kemajuan yang diraih.

Kartini hari ini mendapat tantangan berat, untuk meningkatkan dirinya, jatidirinya, karakternya di dalam mengisi peran-peran perempuan yang sangat strategis dan bermakna bagi kehidupan nyata.

Disinilah dibutuhkan tokoh-tokoh perempuan, diperlukan peran-peran perempuan yang sudahberhasil untuk mengajak, mendorong, merubah, bagaimana fungsi, peran dan tugas perempuan yang sesungguhnya, hingga cita-cita kartini di masa lalu masih memiliki relevansi dengan dinamika perubahan dan pencitraan kaum perempuan di Indonesia.

Maka Gerakan Pramuka adalah merupakan sumbu yang dapat mengobarkan semangat Gerakan perempuan di dalam mencapai cita-cita Kartini, masa depan adalah masa kegemilangan kaum perempuan Indonesia yang terpelajar, yang terdidik, yang memiliki tanggungjawab besar terhadap regenerasi perjuangan ini.

Gerakan Pramuka yang dimotori oleh para pengurus yang memiliki dasa darma dan trisatya mendorong jiwanya, tekadnya, semangatnya, tidak membeku hanya sebatas dengan mengenang kartini.

Tapi tekad, cita-cita bagaimana Gerakan Pramuka melalui berbagai programnya dapat meningkatkan dirinya agar di masa yang akan datang, baik itu pengurus Ranting, baik itu Kwarran,baik itu di Cabang ada di Kota atau di desa, terutama yang berada di Kabupaten Bandung, kembali mengobarkan semangat dan menyalakan api yang sangat takkan pernah kunjung padam, dari cita-cita Kartini yang selama ini hampir meredup
memasuki tantangan yang lebih besar.

Upaya meningkatkan semangat juang kartini dalam berbagai dimensinya, tantangan, hambatan, dan rintangan yang selama ini sudah menghinggapi masing-masing Pembina Pramuka Puteri, melalui ungkapan dari cita-cita kartini, dapat menyala kembali, sebagaimana semboyan “dia nan tak kunjung padam”, merupakan salah satu peran para Pembina Pramuka.

Sebagai rumusan yang tersusun dengan sistematis, pola itu lalu diejawantahkan melalui Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) dan Syarat-syarat Kecakapan Khusus (SKK) dan Syarat-syarat Pramuka Garuda (SPG) dalam pembinaan Gerakan Pramuka. Tiga syarat-syarat itu boleh dikatakan semacam kurikulum dalam pendidikan.

Kesadaran bahwa pendidikan tidak bebas nilai dan ideologi serta politik, maka upaya membesarkannya pun mesti didekati dengan mempertimbangkan kekuatan ideologi dan politik. Dengan begitu, wajar apabila praktik pembinaan kepramukaan berusaha menggapai kebertanggungjawaban sense of belonging masyarakat melalui tawaran
ideologis. Sedangkan, kepada pemerintah kita menawarkan pola-pola politis agar tetap survive sebagai upaya meningkatkan semangat juang Kartini.

Catatan:
Dikirim melalui email ke Harian Umum Pikiran Rakyat Tanggal 15 April dimuat/diterbitkan Tanggal 21 April 2010

Senin, 07 Juni 2010

UTOPIA PENDIDIKAN BELA NEGARA

Indonesia sejak jaman kemerdekaan hingga jaman orde lama, orde baru, dan orde reformasi Bela Negara, merupakan bagian daripada mempertahankan wujud Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Bela Negara merupakan suatu program yang bertujuan untuk bagaimana mempertahankan, melestarikan dan mengabadikan NKRI, modal dasar dari Undang-undang Dasar 45 dan Pancasila sebagai ideologi Negara memberi sumber-sumber insfirasi, bagaimana NKRI ini bisa dipertahankan.
Bela Negara merupakan bagian integral dari sebuah negara yang memiliki kedaulatan, kalau kedaulatan Republik Indonesia berada di tangan rakyat, maka Bela Negara merupakan suatu kewajiban bagi setiap warga Negara untuk ikut andil di dalam memerankannya.
Tidak hanya Perguruan Tinggi, atau Sekolah-sekolah atau madrasah atau pesantren atau juga lembaga-lembaga kemasyarakatan, tapi seluruh warga berkewajiban untuk memahami dan menghayati bagaimana mengamalkan Bela Negara itu selama dia hidup berada di persada tanah air ini.
Gerakan Pramuka merupakan inti daripada sosialisasi program Bela Negara, agar keutuhan NKRI tetap terjaga, Sumber Daya Manusia Indonesia yang jumlahnya dua ratus dua puluh juta, memerlukan satu visi yang sama di dalam mempertahankan NKRI, Pendidikan Politik Rakyat diperlukan untuk bagaimana mereka dapat mewujudkan cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia ini, bela Negara tidaklah sesederhana apa yang saat ini dilaksanakan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka
Kota Bandung untuk sekolah-sekolah SMA dan SMK se Kota Bandung mulai dari bulan April sampai dengan Bulan Juli yang akan datang, menanamkan modal sosial terhadap peserta didik, merupakan tujuan dari cita-cita Nasional menegakkan NKRI.
Bela Negara sudah menjadi arusan saat ini ke depan, karena tantangan internal dan eksternal semakin kompleks, dan juga ancaman-ancaman globalisasi, serta bagaimana alam ini juga kurang bersahabat pada akhir-akhir ini, lingkungan sudah sangat terancam, dan gejala-gejala alam semesta baik itu bencana alam banjir, tanah longsor, juga berbagai penyakit, Pandemi dan Epidemi merajalela, maka sikap Bela Negara merupakan satu langkah positif, bagaimana peserta didik melalui Gerakan Pramuka dapat diberikan Pengetahuan Keterampilan, sikap dan nilai, agar mereka bisa bahu-membahu untuk melakukan upaya-upaya melestarikan dan mengabadikan NKRI yang kita cintai ini.
Penanaman nilai-nilai dan modal dasar, modal sosial dari Bela Negara, bukan hanya menanamkan pengetahuan kognitif di Tahun 2010 ini, namun juga langkah-langkah yang kongkrit adalah bagaimana kesadaran Bela Negara di lingkungan Gerakan Pramuka tumbuh dan berkembang melalui berbagai aksi-aksi yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Bagaimana Gerakan Pramuka dengan aksi Peduli Lingkungan Peduli terhadap Penderitaan, korban-korban bahaya banjir, tanah longsor, juga berbagai kesulitan-kesulitan dalam bidang ekonomi, dalam bidang politik, dan dalam bidang pengembangan budaya, di satu sisi bagaimana proses demokratisasi itu harus diwujudkan, di sisi lain bahwa rakyat masih terdapat jurang kemiskinan dan kelaparan merajalela dimana-mana.
Pramuka Peduli Kota Bandung bersama-sama masyarakat dan pemerintah Kota Bandung dalam upayanya mengembangkan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia, Tanggap terhadap Bencana dan Pelestarian Lingkungan Hidup melalui suatu program pendekatan Tri Bina yakni, Bina Diri, Bina Satuan dan Bina Masyarakat.
Program yang strategis dan terencana, terarah dan terukur dengan harapan mampu dijadikan pedoman dalam langkah dan gerak Satgas Pramuka Peduli, merupakan upaya program yang diperlukan, program ini pun dimaksudkan untuk lebih memberikan arah dan panduan Satgas Pramuka Peduli dalam melaksanakan amanat Gerakan Pramuka yang tertuang dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional No.230 Tahun 2007, diantaranya kepedulian terhadap Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, Pelestarian Lingkungan Hidup, Pencegahan, Penanggulangan Bencana dan tantangan yang akan dihadapi oleh bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
Untuk itu Gerakan Pramuka sangat peduli terhadap persoalan-persoalan Negara dan Masyarakat, maka diperlukan keterampilan-keterampilan praktis dan teknis, sehingga perwujudan dalam realitas sosial, Gerakan Pramuka selalu tampil paling depan.

SENYUM SASTRA

SENYUM SASTRA

Senyum itu sodakoh, dan kematian yg sangat indah adalah tersenyum, maka senyumlah seiring matahari tenggelam ke upuk Barat menuju ke peraduannya..
Begitupun senyum menghantarkan kematian itu tanpa nafas dan pejamkanlah..
Matahari itu terpejam, karena sudah masuk peraduannya dan jiwa mati juga terpejam matanya..

Yaaayuhannafsul mutmainnah.., potongan ayat ini merupakan kedalaman sastra ayat itu, maka senyumlah seiring terbenam/tenggelamnya matahari tanpa nafas dan pejamkan mata, tidak memakai kata selamanya, karena tidak ada keabadian..
Kalau misalnya orang itu sangat fanatik dan ekstrim, maka akan selamanya, dan tidak ada keabadian, sehingga sudah sampai disitu..

Sebab ada proses lagi kehidupan yang lain..

Sensasi Pagi.. Bangkitlah jiwa-jiwa yang mati, bersama terbitnya matahari pagi hari, diiringi alunan irama seni, memotivasi energi orang-orang yang berbudi..
nafas yang lega, mata yang terbelalak, memandang jauh ke depan..

Faaina Tadhabuun.. “mau kemana pagi hari ini engkau pergi?”, sebab, yarfa’illaahulladziina aamanu minkum walladziina uutul ilma darojaat.. akan kugapai iman yang teguh, dan ilmu-ilmu yang akan menjadikan alam semesta ini..

Sensasi Pagi.. Bangkitlah Jiwa-jiwa yang mati seiring terbitnya matahari di pagi buta untuk mereguk kekuatan iman dan pengetahuan kesemestaan..

Itulah tangga-tangga kecemerlangan dan derajat manusia tertinggi yang Govermens, Supermen dan Insan kamiil..

TIME

Waktu adalah sehelai kertas kehidupan yang harus ditulis dengan deretan kalimat kerja dan prestasi. Dia akan merasakan kehampaan yang luar biasa apabila waktu yang dilaluinya tidak diisi dengan kreasi, kalimat kerjanya terputus, atau bahkan dia akan merasakan kekosongan jiwa, apabila ada waktu yang kosong serta tidak mempunyai nilai apapun.
Bila sampai saat ini Kita berumur 35 tahun, seharusnya ada 35 jilid kehidupan yang berjudul nama Kita. Setiap jilid itu terdiri atas 12 bab, 365 halaman, dan setiap halaman terdiri atas 24 baris atau 8.760 kata disetiap jilidnya.
Apakah baris-baris itu penuh dengan cerita yang "Exciting", kisah tentang persaingan, perjalanan hidup, diskusi, membaca atau hal lain yang menyudutkan, menyenangkan, ataukah hanya deretan kisah tentang tidur, sakit, atau bermalas-malasan, atau ...... setiap lembarnya justru kosong tidak berisi tulisan apapun !....
Lantas bagaimana Kita akan berkata pada para pembaca kehidupan Kita, bila setiap lembarnya penuh dengan kertas kosong ? .................

FB MUJAYIN JAY, 24 Mei 2010 jam 9:09

JOTA JOTI : JELAJAH BARU DUNIA MAYA

Bukan hanya persoalan globalisasi, tapi persoalan jambore sekarang sudah menjadi mengglobal, apalagi Jambore Dunia di Inggris, memberi kontribusi baru, paradigma baru pada wacana mungkinkah dunia scout, dunia pramuka itu masih bisa dipertahankan eksistensinya?
Sementara ini Pramuka saja harus mengusung tema besar yaitu Revitalisasi Gerakan Pramuka, itu menandakan bahwa Gerakan Pramuka, sudah hampir mati suri, tidak lagi mendapat pasaran dunia, di Indonesia saja, Gerakan Pramuka sudah hampir hanya sebatas seremonial dan tetap dianggarkan oleh APBN&APBD, tapi tidak lagi mewarnai sebuah gerakan-gerakan sosial kemasyarakatan pendidikan, ekonomi, politik, budaya, yang di usung oleh Gerakan Pramuka pada upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.
Banyak Program-program yang eksis di dunia Pramuka, tapi kemudian tidak menyentuh kepada persoalan-persoalan kebutuhan masyarakat, kurang merespon kepada dinamika perubahan-perubahan sosial masyarakat yang begitu cepat, namun Gerakan Pramuka hanya mempertahankan gerakan-gerakan yang lamban yang mempertahankan status kuo, tidak memiliki kader-kader yang sangat memberi Kontribusi kepada menyiapkan kader-kader masa depan bangsa, mungkin akibat dari banyaknya kegiatan-kegiatan di luar Gerakan Pramuka yang kemudian menjadikan kurang minat untuk bagaimana generasi muda melalui Gerakan Pramuka bisa membangun dirinya di dalam kiprah kemasyarakatan, kiprah pergaulan tata dunia yang sudah mengglobal, dunia internet bukan merupakan barang baru di Indonesia, apalagi generasi muda yang tentunya banyak aktifitas disekolahan atau juga di tempat-tempat yang memberi pelayanan-pelayanan umum dari mulai wartel, warnet, internet, dan seluruh jaringan internet itu sendiri sdh banyak diakses oleh setiap orang untuk kepentingan pribadinya masing-masing, Jota Joti merupakan program internasional untuk bagaimana Jambore pun bisa tidak hanya melalui pelancongan pada lingkungan alam, ke gunung, ke danau, ke laut atau ke jelajah alam, tapi juga Jota Joti memberi paradigma baru untuk bagaimana Gerakan Pramuka bisa diakses melalui dunia maya, bagaimana internet memberi pelayanan yang lebih spektakuler untuk bagaimana percepatan infomasi, percepatan komunikasi, di dalam membangun wawasan baru, ttg dunia scout/dunia kepramukaan, mungkin saja Gerakan Pramuka yang biasanya harus di lapangan bersama, baris berbaris, kemudian cari jejak, kemping, dan lain sebagainya, yang itu sudah merupakan tradisi nenek moyang sejak berdirinya gerakan Kepanduan internasional, tapi kemudian sekarang bagaimana Jambore bisa di sosialisasikan ke dunia internasional melalui Joti.
Joti bagaimana perkembangan internet sejarahnya, bagaimana internet memiliki jaringan penggemar, ada forum ada berbagai promosi dan lain sebagainya, ini bisa dilihat dari mulai dial up, mobil akses, broser, website, www. Itu sdh mulai bagian umum, namun yang paling penting Joti itu merupakan wahana baru di dalam memberikan kontribusi, percepatan informasi dan komunikasi antar anggota dengan pengurus, antar lembaga, pramuka misalnya tingkat Kwarnas, Kwarda, Kwarcab Kwarran dan Gudep, dengan menggunakan fasilitas Joti tentu fasilitas ini memberi percepatan dalam pengambilan keputusan, sosialisasi publikasi dan hubungan masyarakat di lingkungan Kwarnas, Kwarda, Kwarcab Kwarran dan Gudep serta sesama anggota bisa lebih mengenal, lebih efektif dan lebih efisien dgn menggunakan Joti ini.
Joti menawarkan sebuah kehidupan yang sangat publisitas dan juga bisa menyebar ke seluruh dunia, bahwa Joti itu sendiri adalah prodak baru. kalo kemudian Joti ini merupakan alternative bagi penyebaran informasi dan percepatan komunikasi dilingkungan Gerakan Pramuka, maka Jota Joti merupakan bagian program baru pada skala internasional, nasional, regional dan lokal, maka globalisasi bagi dunia Pramuka tentu kalo alternatif bagi program Joti ini akan mungkinkah Gerakan Pramuka untuk bangkit kembali memberi kontribusi lebih besar kepada perkembangan pembangunan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia, Nah disitu bisa dikembangkan.
Dunia maya merupakan bagian kehidupan generasi muda dan merupakan bagian budaya dari globalisasi dan dunia maya sudah merupakan komoditas secara ekonomis, memberi berbagai peluang untuk bisnis dan jasa.
Jota Joti yang telah di program demikian canggihnya menggunakan IT, menggunakan teknologi, computer dan internet ini memang sudah harus dibudayakan harus dijadikan sebagai budaya organisasi Gerakan Pramuka, maka Humas dan publikasi memberi peran penting dan mempunyai program baru untuk paradigma revitalisasi Gerakan Pramuka lebih efektif dan efisien, Jota Joti ini juga sudah merupakan bagian dari kehidupan internasional, maka Scout atau Gerakan Pramuka akan lebih dirasakan oleh rakyat dan akan lebih menyentuh kebutuhan-kebutuhan kepada informasi dan komunikasi individu-individu yang belum mengenal Scout atau Gerakan Pramuka secara utuh, Gerakan Pramuka hanya dilihat sebagai gerakan-gerakan, sekolahan eksrakuklikuler, yang belum masuk SKS Perguruan Tinggi, belum dijadikan sebagai program nasional dalam pendidikan, bagaimana pendidikan kepribadian, pendidikan keterampilan mental intelektual spiritual dan sosial, itu sebenarnya merupakan Gerakan Pramuka merupakan bagian integral dari sistim pendidikan nasional, Gerakan Pramuka. Karena mentrinya tidak mengalami Pramuka Siaga Penggalang, Penegak, Pandega dan Pembina, maka harus diganti dengan yang pernah mengalami Pramuka Siaga Penggalang, Penegak, Pandega dan Pembina yang punya pengalamn di Kwarran, Kwarcab, Kwarda dan Kwarnas, demikian Jota Joti merupakan sisi lain dari pengembangan dunia maya di era globalisasi, Gerakan Pramuka, tanpa Jota Joti maka dia akan ketinggalan zaman, tapi dengan menggunakan Jota Joti dia akan melek, matanya akan melihat dunia luar teu kurung batokkeun, tidak seperti katak dalam tempurung, tapi Gerakan Pramuka akan lebih inklusip, tidak lagi eklusif, dan Gerakan Pramuka dengan menggunakan Jota Joti akan memberi kontribusi besar pada perubahan sosial di dunia internasional dan juga Indonesia.